Sabtu, 21 Desember 2019

Pengertian Budget dan Ciri-Ciri Budgeting yang Benar


Budget adalah anggaran yang diadopsi dari istilah dalam bahasa Inggris. Proses budgeting atau penganggaran merupakan proses penting yang harus dilakukan perusahaan untuk mengoptimalkan setiap anggaran yang ditetapkan. Dengan adanya budgeting, pengeluaran akan lebih terpantau agar tidak membebani kondisi keuangan perusahaan.

 Pengertian Budget Adalah

Proyeksi budget adalah upaya perencanaan pengeluaran beban biaya perusahaan yang berasal dari kegiatan fungsional perusahaan dalam satu periode. Beban biaya ini timbul karena operasional dari proses produksi, administrasi keuangan, IT, marketing, serta bidang yang lain.
Agar alur bisnis tetap sehat dan terhindar dari masalah keuangan, perlu dibuat Proyeksi Laporan Keuangan yang berkaitan dengan aliran uang keluar untuk biaya operasional. Di sinilah peran besar budgeting untuk membuat barometer proyeksi pengeluaran ke depannya. Selain itu, manfaat budgeting juga sebagai alat untuk mengukur pencapaian target perusahaan dalam satu periode.
 

Ciri-Ciri Budgeting yang Benar dan Tepat

Setelah memahami bahwa budget adalah anggaran yang harus ditetapkan oleh pebisnis dalam mengelola usahanya, maka sangat penting untuk memahami apa saja karakteristik budgeting yang benar.
Karakteristik budgeting yang tepat sudah dikemukakan oleh Gunawan dan juga Asri di tahun 2003. Gunawan dan Asri mengungkapkan bahwa setidaknya ada 6 ciri-ciri yang harus dimiliki oleh proses penetapan anggaran agar tetap sehat dan baik untuk perusahaan.

1. Sifatnya Berlanjut
Sifat budget adalah kontinu atau berlanjut terus-menerus. Dalam setiap pengeluaran harus berpedoman kepada proyeksi anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, penerimaan minimal yang direncanakan juga menjadi tuntutan dalam aktivitas perusahaan.

2. Mendorong Partisipasi
Stoner dan Freeman (1995) dalam salah satu panduan menyusun budget menyarankan agar proses perencanaan budget menggunakan metode Bottom’s Up. Metode ini melibatkan setiap departemen secara aktif untuk turut serta menyusun anggaran. Adanya masukan dari setiap departemen membuat komunikasi dan koordinasi antar pekerja lebih baik.

3. Sifat Budgeting Haruslah Realistis
Dalam menyusun anggaran, sangat penting agar besaran anggaran menyesuaikan kondisi keuangan dari perusahaan. Rancangan budget adalah proyeksi beban biaya yang disusun pada  awal periode berkaitan dengan aktivitas fungsional perusahaan.
Jangan melebihkan proyeksi anggaran ketika kondisi keuangan perusahaan tidak memungkinkan. Susun serealistis mungkin agar kondisi keuangan dan pengeluaran perusahaan seimbang.

4. Komunikasi yang Sehat
Segala sesuatu terkait anggaran tentu sangat sensitif sifatnya. Untuk itu, sifat budget adalah memiliki jalur komunikasi yang sehat dan efektif. Setiap kendala harus dikomunikasikan dua arah antara departemen keuangan dan juga departemen yang bersangkutan.

5. Budgeting Harus Fleksibel
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan besaran budget diubah. Pihak keuangan perusahaan tentu tidak bisa terlalu kaku dengan proyeksi anggaran ketika kenyataan di lapangan memerlukan penyesuaian. Misalnya saja beban pengeluaran listrik perbulan. Jika sudah ditetapkan sebesar Rp 2 juta namun pada kenyataannya lebih, maka mau tidak mau besaran budget harus diubah.

6. Sebagai Motivasi Bersama
Sifat penting budget adalah komunikasi berkesinambungan dengan poin keenam yakni memberikan motivasi. Saat komunikasi berjalan lancar, para anggota departemen akan didorong agar memaksimalkan anggaran yang ada untuk mencapai visi bersama perusahaan. Mereka akan terdorong agar meminimalkan pengeluaran dan memaksimalkan pemasukan yang direncanakan.

Kesimpulan Karakteristik Budget Adalah
Dengan diterapkannya karakteristik budgeting yang benar akan membuat Rencana Anggaran tidak terlalu kaku namun juga tidak terlalu boros. Dalam menyusun anggaran akan lebih baik jika melibatkan unsur dalam perusahaan seperti departemen untuk mendorong partisipasi dari setiap orang di dalamnya

0 komentar:

Posting Komentar